Jakarta, Faktaplus.Id – Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Kajian dan Peduli Hukum Indonesia (DPN LKPHI) mengapresiasi kinerja jajaran Polda Metro Jaya dalam penanganan dan pengamanan demonstrasi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).
Direktur Eksekutif DPN LKPHI, Ismail Marasabessy, menilai jajaran Polda Metro Jaya telah mengedepankan pendekatan persuasif dan harmonis dengan tetap mengutamakan keamanan serta kenyamanan peserta aksi maupun masyarakat di sekitar lokasi demonstrasi.
Menurut Ismail, langkah aparat kepolisian dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif menunjukkan adanya upaya untuk memastikan penyampaian aspirasi mahasiswa dapat berlangsung dengan tertib, tanpa mengabaikan aspek keamanan publik.
Ismail juga menyoroti langkah kepolisian yang mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai penyusup dan bergabung ke dalam massa aksi. Sebanyak 21 orang disebut telah diamankan menjelang pelaksanaan aksi demonstrasi BEM UI.
“Ini adalah bukti kepedulian aparat kepolisian dalam mengutamakan keamanan para peserta aksi agar tidak terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Ismail. Rabu, (19/8/26).
Ia menilai tindakan pengamanan tersebut penting untuk mencegah potensi gangguan yang dapat memicu situasi tidak kondusif selama berlangsungnya demonstrasi. Menurutnya, pengamanan yang dilakukan secara terukur harus tetap diarahkan untuk menjaga hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Lebih lanjut, Ismail turut memberikan apresiasi kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya yang dinilainya konsisten memberikan keterangan kepada masyarakat secara berkala terkait perkembangan situasi di lapangan.
Menurut Ismail, penyampaian informasi secara terbuka dan mudah dipahami sangat penting, terutama ketika terjadi aksi demonstrasi yang menjadi perhatian publik.
“Kami mengapresiasi Kabid Humas Polda Metro Jaya yang konsisten memberikan penyampaian keterangan kepada masyarakat secara berkala dan menjelaskan kondisi di lapangan dengan baik, sehingga masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya,” katanya.
DPN LKPHI berharap pola pengamanan yang mengedepankan pendekatan persuasif, komunikasi yang baik, serta perlindungan terhadap peserta aksi dan masyarakat dapat terus dipertahankan dalam setiap pelaksanaan demonstrasi.
Ismail menegaskan bahwa keamanan dan kebebasan menyampaikan pendapat merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Karena itu, koordinasi antara aparat keamanan, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci agar setiap aksi penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman, tertib, dan damai.










