Fakta Plus, Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Kebangkitan Mahasiswa dan Pemuda (FKMP) menggelar aksi demonstrasi di depan Komisi Informasi Pusat (KIP RI) dan kawasan Monumen Nasional (Silang Monas), Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tekanan publik atas dugaan ketidaksesuaian data pendidikan yang menyeret nama Mardiono, pejabat publik yang menjabat sebagai utusan Presiden.
Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan agar keterbukaan informasi ditegakkan, khususnya terkait riwayat pendidikan pejabat negara. Mereka menilai isu ini bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan menyangkut integritas dan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.
Koordinator Lapangan FKMP, Rafi Amaro, dalam orasinya menyampaikan bahwa polemik ini berpotensi merusak legitimasi moral pejabat publik jika tidak segera diklarifikasi secara transparan.
“Ketika pejabat publik diterpa isu ketidakjelasan data pribadi, ini bukan lagi ranah privat. Ini menyangkut akuntabilitas dan kejujuran yang menjadi dasar kepercayaan masyarakat,” ujar Rafi di lokasi aksi.
FKMP menilai keterbukaan informasi merupakan prinsip fundamental dalam negara demokrasi. Oleh karena itu, mereka mendesak KIP RI untuk segera melakukan audit terhadap dokumen pendidikan yang bersangkutan dan menyampaikannya secara terbuka kepada publik.
Selain itu, massa aksi juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta klarifikasi langsung dari Mardiono, mendorong aparat penegak hukum melakukan penyelidikan jika ditemukan indikasi pelanggaran, serta mendesak Presiden untuk mengevaluasi posisi yang bersangkutan sebagai utusan Presiden.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib. Para demonstran juga menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan resmi dari pihak terkait.
“Integritas adalah fondasi kepemimpinan. Jika itu diragukan, maka kepercayaan publik ikut runtuh,” tegas Rafi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Mardiono terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.







