
Lombok Timur – FAKTAPLUS.ID, Lalu Hadrian Irfani menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik di Lombok Timur melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan penguatan kebijakan guru.
Komitmen tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Al-Manan NU Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Rabu (2/4/2026). Dalam kegiatan itu, ia melakukan sosialisasi PIP sekaligus menyerap aspirasi dari puluhan kepala sekolah tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP dari Kecamatan Lenek, Aikmel, dan Masbagik.
Dalam dialog bersama para tenaga pendidik, Hadrian yang akrab disapa Mamiq Ari menyatakan akan mengawal pengajuan PIP agar puluhan ribu siswa di bawah naungan Dinas Pendidikan Lombok Timur dapat menerima bantuan pada tahun 2026.
“Tim kami akan membantu rekap data dari sekolah. Saya beri waktu satu minggu untuk segera kita kawal ke kementerian. Insya Allah SK PIP bisa keluar Juli dan siswa Lotim dapat bantuan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan harus berjalan transparan dan bebas dari pungutan liar. Menurutnya, PIP merupakan hak siswa yang harus diberikan secara adil dan tepat sasaran.
“Tidak boleh ada pungli. Kami hadir untuk membantu siswa dan pemerintah daerah secara ikhlas,” tegasnya.
Selain mendorong PIP, Komisi X DPR RI juga terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana sekolah, serta peningkatan kesejahteraan guru. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah perubahan status PPPK paruh waktu menjadi ASN penuh.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menyambut baik komitmen tersebut. Ia menyebut peran Hadrian selama ini telah memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan di daerahnya.
“Tahun 2025 banyak siswa kami mendapatkan PIP berkat pengawalan beliau. Kami bersyukur beliau kembali turun langsung memperjuangkan guru dan siswa,” ungkapnya.
Pemerintah daerah berharap langkah ini dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di Lombok Timur.
“Program PIP ini sangat dibutuhkan oleh siswa kami. Harapannya bisa terealisasi tahun ini,” tutup Wathoni.



