Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaNasional

Ramadhan dan Spirit Pembenahan Internal Polri: DPP HOLISTIK Dorong Polri Tetap di Bawah Presiden

×

Ramadhan dan Spirit Pembenahan Internal Polri: DPP HOLISTIK Dorong Polri Tetap di Bawah Presiden

Sebarkan artikel ini
FAKTAPLUS.ID—DPP HOLISTIK memandang, pembenahan Polri tidak cukup bertumpu pada aspek struktural dan regulatif, tetapi harus menyentuh dimensi moral aparatur. “Ramadhan mengajarkan disiplin dan kejujuran. Nilai-nilai ini relevan dengan upaya memperkuat profesionalisme dan akuntabilitas di internal kepolisian,” katanya.

JAKARTA — Momentum Buka Puasa Bersama yang digelar Kapolri pada Kamis, 26 Februari 2026, dinilai sebagai bagian dari penguatan spirit pembenahan internal di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. DPP HOLISTIK menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan, melainkan ruang refleksi etika dan konsolidasi moral aparatur.

Ketua Umum DPP HOLISTIK, M. Nur Latuconsina, dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2), mengatakan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis bagi institusi penegak hukum untuk meneguhkan komitmen integritas dan pelayanan publik. “Buka puasa bersama yang diinisiasi Kapolri menjadi simbol penting bahwa pembenahan internal harus dimulai dari kesadaran spiritual dan keteladanan pimpinan,” ujarnya.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut dia, kegiatan tersebut mengandung pesan moral tentang pentingnya pengendalian diri, transparansi, dan penguatan etika profesi di tengah tantangan institusi yang semakin kompleks. Ia menilai suasana kebersamaan dalam forum keagamaan dapat menjadi medium efektif untuk memperkuat solidaritas internal sekaligus membangun komitmen kolektif terhadap reformasi kultural.

DPP HOLISTIK memandang, pembenahan Polri tidak cukup bertumpu pada aspek struktural dan regulatif, tetapi harus menyentuh dimensi moral aparatur. “Ramadhan mengajarkan disiplin dan kejujuran. Nilai-nilai ini relevan dengan upaya memperkuat profesionalisme dan akuntabilitas di internal kepolisian,” katanya.

Lebih jauh, lembaga tersebut mendorong agar momentum kebersamaan seperti buka puasa bersama dapat ditindaklanjuti dengan agenda konkret, seperti penguatan fungsi pengawasan internal, optimalisasi peran Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), serta pembinaan etika yang berkelanjutan di setiap satuan kerja. “Refleksi spiritual harus terhubung dengan langkah institusional yang terukur,” ujarnya.

DPP HOLISTIK juga menegaskan pentingnya menjaga posisi Polri tetap berada di bawah Presiden sebagaimana amanat konstitusi dan desain sistem ketatanegaraan. Menurut mereka, struktur komando yang jelas di bawah kepala negara menjadi fondasi stabilitas kelembagaan sekaligus memastikan akuntabilitas publik tetap terjaga dalam kerangka pemerintahan yang sah.

Selain itu, keterbukaan pimpinan Polri dalam membangun komunikasi internal selama Ramadhan dinilai dapat memperkuat kepercayaan publik. Keteladanan pimpinan, kata dia, menjadi faktor kunci dalam menjaga marwah institusi dan mencegah pelanggaran etik di lapangan.

“Buka puasa bersama bukan hanya tradisi tahunan, tetapi momentum mempererat komitmen moral seluruh jajaran. Jika nilai-nilai Ramadhan diinternalisasi secara konsisten, maka reformasi Polri akan bergerak lebih substantif,” ujarnya.

DPP HOLISTIK berharap semangat yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat menjadi pijakan bagi penguatan etika aparatur secara berkelanjutan, sehingga Polri semakin profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *