Jakarta, Faktaplus.Id – Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Kajian dan Peduli Hukum Indonesia (DPN LKPHI), Ismail Marasabessy, menilai enam poin rekomendasi Tim Reformasi Polri kepada Presiden Prabowo Subianto tidak ada yang melemahkan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sebaliknya, rekomendasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat institusi Polri agar semakin profesional, modern, dan terbuka terhadap kritik publik.
Menurut Ismail, kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah membawa perubahan signifikan dalam tubuh Polri. Ia menyebut transformasi yang dilakukan selama ini menunjukkan komitmen kuat dalam membangun institusi kepolisian yang presisi, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo terbukti membawa Polri ke arah yang lebih baik. Polri semakin profesional, terbuka, modern, dan tidak anti kritik,” ujar Ismail dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Ia menegaskan, hal tersebut dapat dilihat dari substansi enam poin rekomendasi Tim Reformasi Polri yang disampaikan kepada Presiden Prabowo. Menurutnya, tidak ada satu pun rekomendasi yang mengarah pada pelemahan institusi, melainkan mendorong penguatan sistem pengawasan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga reformasi internal yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ismail juga menilai keterbukaan Polri dalam menerima masukan dari berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa institusi tersebut terus berbenah demi meningkatkan kepercayaan publik. Ia mengatakan reformasi yang berjalan saat ini merupakan bagian penting dalam menjaga marwah dan profesionalitas aparat penegak hukum.
“Rekomendasi tersebut justru memperkuat institusi Polri agar semakin dipercaya masyarakat serta mampu menjawab tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks,” katanya.
DPN LKPHI, lanjut Ismail, mendukung penuh langkah-langkah reformasi yang bertujuan meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat. Ia berharap sinergi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat sipil terus terjalin demi mewujudkan institusi kepolisian yang modern dan berkeadilan.
Dengan adanya dukungan terhadap reformasi internal tersebut, Ismail optimistis Polri akan semakin solid dan mampu menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat secara maksimal.
Ia juga menyoroti meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri dalam beberapa tahun terakhir sebagai indikator bahwa langkah-langkah transformasi yang dilakukan berjalan pada jalur yang benar. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk tidak membangun narasi yang kontraproduktif terhadap upaya reformasi institusi.





