
Ambon –FAKTAPLUS.ID, Rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Provinsi Maluku dijadwalkan akan diwarnai dengan aksi demonstrasi yang digelar oleh aliansi mahasiswa. Aksi tersebut disebut sebagai wadah penyampaian aspirasi terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat, dengan salah satu fokus utama berupa penolakan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Maluku.
Berdasarkan keterangan penyelenggara, aksi akan dikoordinasikan oleh Koordinator Lapangan Alfian, didampingi Jenderal Lapangan Theni, sementara Fadel Rumakat bertindak sebagai Penanggung Jawab Aksi.
Fadel Rumakat mengatakan demonstrasi merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang dijamin oleh konstitusi. Menurutnya, momentum kunjungan Presiden ke Maluku harus dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai masih dihadapi masyarakat, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
“Kami menghormati kedatangan Presiden sebagai kepala negara. Namun, kami juga memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan aspirasi. Aksi ini bertujuan agar pemerintah pusat mendengar langsung suara masyarakat Maluku,” kata Fadel.
Penyelenggara aksi menilai implementasi Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah daerah perlu dievaluasi secara menyeluruh. Mereka meminta pemerintah membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan masyarakat sipil agar pelaksanaan program nasional tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi di daerah.
Selain isu MBG, massa aksi disebut akan membawa sejumlah tuntutan lain yang berkaitan dengan pembangunan di Maluku, termasuk pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pengelolaan sumber daya alam yang dinilai lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat daerah.
Koordinator Lapangan Alfian menyatakan massa aksi diimbau menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta diminta menyampaikan aspirasi secara damai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, Jenderal Lapangan Theni mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema pengamanan internal untuk memastikan jalannya aksi berlangsung tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun agenda kenegaraan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah mengenai tuntutan yang akan disampaikan dalam rencana aksi tersebut maupun terkait penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Aparat keamanan diperkirakan akan melakukan pengamanan selama rangkaian kunjungan Presiden dengan tetap menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai.


