
Faktaplus.id. Jakarta–Ketua Harian Solidarity Squad Rahmad Mulia, berkunjung ke kediaman mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh, untuk berdiskusi terkait percepatan penanganan bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam sepekan terakhir. Pertemuan ini berlangsung hangat dan berlangsung lebih dari satu jam.
Abdullah Puteh, yang juga berasal dari Aceh Timur, salah satu daerah terparah terdampak bencana, menyatakan keprihatinannya atas lambannya respons pemerintah pusat maupun daerah. Menurut dia, dibutuhkan langkah-langkah cepat berupa pengerahan alat berat tambahan, pendataan ulang korban, serta percepatan bantuan logistik di titik-titik pengungsian.
Ketua Harian Solidarity Squad Rahmad Mulia, menyampaikan bahwa kedatangan mereka bertujuan mencari masukan strategis dari tokoh senior Aceh, sekaligus membangun jejaring dukungan agar penanganan bencana bersifat lebih terkoordinasi. “Kami mendatangi tokoh-tokoh yang memahami karakter wilayah dan dinamika sosial Aceh. Bapak Abdullah Puteh adalah salah satu figur penting yang kami nilai punya pengalaman panjang dalam manajemen krisis,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Abdullah Puteh juga menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga, mulai BNPB, pemerintah provinsi, hingga jaringan relawan lokal agar proses evakuasi dan distribusi bantuan tidak tumpang tindih. Ia mendorong agar pemerintah segera menetapkan status tanggap darurat jangka panjang mengingat kerusakan infrastruktur yang cukup masif.
Solidarity Squad sendiri dalam beberapa hari terakhir aktif menggalang donasi dan mengoordinasikan relawan untuk membantu pembersihan material banjir serta distribusi makanan siap saji pada warga terdampak. Organisasi tersebut juga menyerukan agar pemerintah mempertimbangkan penetapan bencana Aceh sebagai bencana nasional jika eskalasi kerusakan terus meluas.
Pertemuan itu ditutup dengan komitmen bersama untuk membentuk tim kecil yang akan memetakan kebutuhan mendesak di lapangan dan menyalurkannya ke lembaga terkait. “Yang paling penting adalah kecepatan dan ketepatan. Masyarakat Aceh tidak boleh menunggu terlalu lama,” kata Abdullah Puteh.
Solidarity Squad dijadwalkan bertemu beberapa tokoh Aceh lainnya dalam rangkaian konsolidasi penanganan bencana dalam beberapa hari ke depan.





