
Faktaplus.id- Sofifi, Maluku Utara — Direktur Eksekutif Gen Muda Bela (GMB), Abd. R. Rorano S. Abubakar, menyayangkan munculnya kritik dari sejumlah pihak terhadap pembangunan Jalan Trans Kie Raha yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Sherly–Sarbin di Provinsi Maluku Utara.
Rorano menilai kritik tersebut tidak berdiri pada data kebutuhan masyarakat dan justru berpotensi menghambat percepatan pembangunan infrastruktur strategis.
“Pembangunan Trans Kie Raha bukan proyek seremonial, ini kebutuhan nyata masyarakat yang sudah bertahun-tahun menunggu akses darat yang layak dan efisien.” ujar Rorano.
Ia menyebut proyek strategis itu telah dikaji melalui studi kelayakan (Feasibility Study), termasuk kajian teknis, perencanaan matang, amdal dan analisis manfaat ekonomi, sosial, serta dampak jangka panjang terhadap konektivitas antarwilayah di Maluku Utara. Karena itu, polemik yang berkembang seharusnya dapat diarahkan pada kritik yang konstruktif, bukan memperkeruh ruang publik.
“Jika ada yang tidak sepakat, sampaikan dengan data. Jangan menghadang program yang menjadi kebutuhan masyakarat.” Terang
Lebih lanjut, Rorano menilai pembangunan Jalan Trans Kie Raha adalah tonggak penting untuk membuka keterisolasian wilayah, mengurangi beban biaya logistik, serta menghubungkan sentra ekonomi baru. Ia menegaskan bahwa GMB akan terus mengawal proses pembangunannya agar tetap transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintahan Sherly–Sarbin baru mulai bekerja. Upaya menghadirkan konektivitas dan pemerataan pembangunan adalah langkah visioner yang harus kita dukung. Jangan sampai kepentingan politik sesaat menghalangi kepentingan masyarakat luas,” pungkas Rorano.
Sebelumnya, setelah melalui pembahasan yag alot, lewat sidang Paripurna (Jumat/711/2025), DPRD Maluku Utara akhirnya menetapkan anggaran pembangunan jalan Trans Kie Raha masuk dalam skema pembiayaan APBD 2026 senilai Rp 90 Milliar.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara dibawah kepemimpinan Sherly – Sarbin menargetkan proyek Trans Kieraha menjadi salah satu tulang punggung penghubung utama antar wilayah di Sofifi yang menghubungkan Sofifi-Halmahera Timur-Halmahera Tengah, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di kawasan sekitarnya.(*).



