
Jakarta —FAKTAPLUS.ID, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Holistik menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polri dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Ketua Umum DPP HOLISTIK, M. Nur Latuconsina, menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi pengamanan terpadu yang dilakukan Polri melalui Operasi Ketupat 2026. Menurutnya, langkah-langkah preventif, pengaturan lalu lintas, hingga peningkatan pengawasan di titik rawan terbukti efektif dalam mengurangi risiko kecelakaan.
“Penurunan angka kecelakaan ini adalah indikator nyata bahwa Polri bekerja secara maksimal dalam menjamin keselamatan masyarakat selama momentum Lebaran,” ujar Latuconsina dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut juga mencerminkan sinergi yang baik antara aparat kepolisian dengan berbagai instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sektor transportasi.
Berdasarkan data dari PT Jasa Raharja, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama Lebaran 2026 mengalami penurunan signifikan, yakni sekitar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 318 korban pada 2025, angka tersebut turun menjadi 228 korban pada tahun ini.
Latuconsina menilai capaian tersebut patut diapresiasi, namun tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Ia mendorong agar Polri terus meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi di bidang keselamatan lalu lintas.
“Keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama. Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan penting agar tren positif ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang,” tegasnya.
DPP Holistik juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keselamatan berlalu lintas dengan mematuhi aturan yang berlaku, terutama saat momentum mobilitas tinggi seperti Lebaran.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka kecelakaan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif seluruh pengguna jalan.
Dengan capaian tersebut, Holistik Institute berharap ke depan sistem pengamanan dan manajemen lalu lintas di Indonesia semakin adaptif, humanis, dan berbasis keselamatan.



