Example floating
Example floating
Nasional

JAM Indonesia Apresiasi Penyegaran Polri, Nilai Suyudi AS Layak Pimpin Korps Bhayangkara

×

JAM Indonesia Apresiasi Penyegaran Polri, Nilai Suyudi AS Layak Pimpin Korps Bhayangkara

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Jaringan Aktivis dan Masyarakat Indonesia (JAM Indonesia) mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan penyegaran di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Pergantian pimpinan, menurut JAM Indonesia, merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya menjaga profesionalisme institusi kepolisian.

Koordinator Nasional JAM Indonesia, Mahfud Latuconsina, mengatakan pergantian Kapolri merupakan hal yang wajar dalam sebuah institusi negara. Menurut dia, rotasi dan pergantian jabatan diperlukan agar mekanisme meritokrasi serta regenerasi kepemimpinan dapat berjalan secara sehat.

“Pergantian pimpinan merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana proses tersebut dapat memperkuat profesionalisme, integritas, dan pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Mahfud dalam keterangannya.

Mahfud menilai sosok Jenderal Suyudi Ario Seto memiliki rekam jejak yang cukup untuk memimpin Polri. Ia menyebut pengalaman Suyudi di bidang reserse dan penegakan hukum menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi tantangan kepolisian ke depan.

Menurut Mahfud, pengalaman Suyudi dalam memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) juga menunjukkan keberanian dalam menangani kejahatan narkotika. Ia menyinggung sejumlah operasi penindakan yang dilakukan BNN, termasuk penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara.

Selain itu, Mahfud menyebut Suyudi memiliki pengalaman dalam menangani sejumlah perkara yang pernah menjadi perhatian publik. Di antaranya pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta kasus perampokan dan pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur.

“Rekam jejak di bidang reserse dan pengalaman memimpin institusi penegakan hukum menjadi pertimbangan penting. Kami melihat Suyudi memiliki kapasitas untuk membawa pembenahan di tubuh Polri,” ujar Mahfud.

Meski memberikan apresiasi, JAM Indonesia berharap pergantian kepemimpinan di Polri tidak berhenti pada perubahan struktur semata. Mahfud mengatakan tantangan utama ke depan adalah memastikan reformasi internal berjalan dan berdampak terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap kepemimpinan baru dapat mendorong Polri menjadi institusi yang semakin humanis, responsif, profesional, serta mampu membangun kepercayaan publik.

“Polri harus hadir sebagai institusi yang dekat dengan masyarakat. Penegakan hukum harus tetap tegas, tetapi pendekatannya juga harus humanis dan berorientasi pada keadilan,” kata Mahfud, yang akrab disapa Bang Puteh.

JAM Indonesia juga berharap proses penyegaran di tubuh Polri dapat menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memastikan penegakan hukum berlangsung secara transparan dan akuntabel.

“Kepercayaan publik adalah modal utama institusi kepolisian. Karena itu, pembenahan harus dilakukan secara konsisten dan terukur,” ujar Mahfud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *