Jakarta, Faktaplus.Id – Kepercayaan Presiden Prabowo Subianto terhadap Kapolri Listyo Sigit Prabowo dinilai semakin kuat seiring dengan transformasi besar yang terjadi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit, Polri menunjukkan arah perubahan yang lebih tajam mengedepankan pendekatan humanis tanpa meninggalkan ketegasan hukum, serta memperkuat profesionalisme dan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.
Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Kajian Dan Peduli Hukum Indonesia (DPN LKPHI) Ismail Marasabessy, menegaskan bahwa kepemimpinan Kapolri saat ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis dan adaptif terhadap dinamika sosial. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh Presiden merupakan refleksi dari kinerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ini bukan sekadar kepercayaan simbolik. Presiden melihat bahwa Polri di bawah Jenderal Listyo Sigit mampu menerjemahkan arah kebijakan negara menjadi tindakan konkret yang berdampak luas. Pendekatan humanis yang selama ini digaungkan kini benar-benar diwujudkan di lapangan,” ujarnya. Rabu, (15/4/26).
Transformasi Polri terlihat dari berbagai lini. Dalam aspek pelayanan publik, Polri semakin membuka diri melalui digitalisasi layanan, transparansi penanganan perkara, serta kemudahan akses pengaduan masyarakat. Respons cepat terhadap laporan warga juga menjadi indikator penting perubahan kultur di internal kepolisian, dari yang sebelumnya dianggap birokratis menjadi lebih sigap dan solutif.
Tidak hanya itu, pendekatan humanis juga tampak dalam pola pengamanan kegiatan masyarakat. Polri kini lebih mengedepankan dialog, edukasi, dan pencegahan dibandingkan tindakan represif. Hal ini dinilai sebagai langkah progresif dalam membangun kepercayaan publik yang selama ini menjadi tantangan besar institusi penegak hukum.
Ismail Marasabessy menambahkan bahwa profesionalisme Polri juga semakin terukur melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penegakan disiplin internal. Evaluasi kinerja dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dalam merespons kritik publik yang kini lebih terbuka dan diterima sebagai bagian dari proses perbaikan institusi.
“Kapolri menunjukkan bahwa keterbukaan bukan ancaman, melainkan kekuatan. Kritik dari masyarakat dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem dan meningkatkan kualitas pelayanan,” tegasnya.
Lebih jauh, sinergi antara Polri dan pemerintah pusat juga dinilai semakin solid. Hal ini memperkuat stabilitas keamanan nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo. Dalam berbagai kesempatan, Polri hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kondusivitas, baik dalam pengamanan kegiatan nasional maupun dalam merespons isu-isu strategis di tengah masyarakat.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan. Ekspektasi publik yang tinggi menuntut konsistensi dan keberlanjutan reformasi di tubuh Polri. Oleh karena itu, kepemimpinan yang kuat, visioner, dan berintegritas tetap menjadi kunci utama.
“Kepercayaan Presiden adalah mandat besar yang harus dijaga. Polri tidak boleh lengah. Justru di titik inilah konsistensi diuji apakah mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang sudah ada,” katanya.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa perubahan yang terjadi saat ini merupakan bukti nyata bahwa Polri hadir untuk masyarakat Indonesia. Bukan hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi sebagai mitra strategis rakyat dalam menciptakan rasa aman, keadilan, dan ketertiban sosial.
Dengan fondasi kepemimpinan yang kuat di tangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri diharapkan terus melangkah maju sebagai institusi yang modern, terpercaya, dan semakin dekat dengan masyarakat.



