Faktaplus.Id – Kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dinilai berhasil membawa transformasi signifikan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sejak dilantik pada 27 Januari 2021, berbagai capaian strategis dan terukur berhasil dicatat, baik dalam aspek penegakan hukum, pemeliharaan keamanan, hingga peningkatan kepercayaan publik.
Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Kajian dan Peduli Hukum Indonesia (DPN LKPHI), Ismail Marasabessy, menilai bahwa Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit menunjukkan kemajuan yang nyata dan berbasis kinerja.
“Keberhasilan Polri saat ini dapat dilihat dari data objektif, mulai dari peningkatan kepercayaan masyarakat, keberhasilan pengamanan agenda nasional, hingga penindakan kejahatan serius seperti narkotika dan kejahatan siber,” ujar Ismail dalam keterangannya, Minggu (28/12/25).
Berdasarkan data internal Polri, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2020, kepuasan publik berada di angka sekitar 80 persen, sementara pada 2024 meningkat menjadi lebih dari 84 persen. Capaian ini mencerminkan perbaikan pelayanan publik serta responsivitas Polri terhadap kebutuhan masyarakat.
Di bidang penegakan hukum, Polri mencatat keberhasilan besar dalam pemberantasan narkoba. Sepanjang periode 2024–2025, Polri berhasil mengungkap lebih dari 49 ribu kasus narkotika dengan jumlah tersangka mencapai lebih dari 65 ribu orang. Dari pengungkapan tersebut, aparat menyita ratusan ton barang bukti narkotika berbagai jenis, yang dinilai telah menyelamatkan jutaan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, Polri juga sukses menjaga stabilitas keamanan nasional, termasuk dalam pengamanan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024. Seluruh tahapan demokrasi berjalan relatif aman dan kondusif di tengah dinamika politik yang tinggi, menunjukkan kesiapan Polri dalam menjalankan fungsi pengamanan nasional.
Transformasi digital juga menjadi salah satu capaian penting. Penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara nasional telah meningkatkan efektivitas penegakan hukum lalu lintas secara transparan dan akuntabel. Digitalisasi layanan kepolisian turut mempercepat pelayanan publik dan meminimalkan praktik penyimpangan.
Menurut Ismail Marasabessy, kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit berhasil mengarahkan Polri menjadi institusi yang lebih modern, profesional, dan humanis.
“Pendekatan Presisi yang diterapkan Kapolri bukan sekadar jargon, tetapi dibuktikan melalui kebijakan dan hasil yang dapat diukur. Ini adalah modal penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri,” tegasnya.
DPN LKPHI menilai, keberhasilan tersebut perlu dijaga secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip supremasi hukum, perlindungan hak asasi manusia, serta keterbukaan kepada masyarakat.
“Kami mendorong agar keberhasilan ini dijaga dengan tetap menjunjung tinggi supremasi hukum, profesionalitas, serta perlindungan hak asasi manusia. Polri harus terus berada di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum yang berkeadilan,” pungkasnya.



