Fakta Plus, Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aspirasi dan Reformasi Demokrasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jumat (27/2). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dugaan korupsi program Koperasi Desa Merah Putih, evaluasi Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penanganan kasus kekerasan di Maluku.
Koordinator Lapangan aksi, Rafi, menyatakan bahwa mahasiswa mendesak Bareskrim Polri untuk segera mengusut dugaan penyimpangan dalam program Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.
Menurutnya, potensi korupsi diduga terjadi pada tahap pencairan modal awal yang bersumber dari dana desa maupun fasilitas pinjaman perbankan. Ia menilai celah penyimpangan dapat muncul dalam bentuk mark-up biaya pendirian koperasi hingga dugaan koperasi fiktif.
“Program yang seharusnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa jangan sampai justru menjadi ladang korupsi. Kami mendesak penegakan hukum yang transparan dan menyeluruh,” ujar Rafi dalam orasinya.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di sejumlah wilayah dilaporkan memicu kasus keracunan siswa. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk pengawasan kualitas makanan dan standar distribusi.
Dalam tuntutannya, massa juga meminta aparat kepolisian kembali fokus pada tugas pokok dan fungsi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, serta tidak terlibat dalam pengelolaan teknis program pangan.
Aksi tersebut turut menyinggung kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa berinisial AT di Tual, Maluku, yang disebut melibatkan oknum anggota Brimob. Mahasiswa mendesak proses hukum dilakukan secara tegas dan transparan, serta meminta evaluasi menyeluruh di jajaran Polda Maluku.
Adapun lima tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:
1. Mendesak pengusutan dugaan korupsi Koperasi Desa Merah Putih di seluruh wilayah.
2. Memproses hukum seberat-beratnya oknum Brimob terkait kasus di Tual.
3. Meminta kepolisian kembali pada tugas pokok dan fungsi.
4. Mendesak pencopotan Kapolda Maluku.
5. Mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat dan berjalan tertib. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait tuntutan mahasiswa tersebut.



