Jakarta, Faktaplus.Id – Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung program strategis nasional terus mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Polri dinilai berhasil menempatkan diri sebagai salah satu pilar utama dalam pelaksanaan program Astacita, khususnya pada sektor swasembada pangan jagung yang kini menjadi perhatian serius pemerintah.
Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Kajian dan Peduli Hukum Indonesia (DPN LKPHI), Ismail Marasabessy, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata hadirnya negara di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat dapat terpenuhi.
Menurut Ismail, selama ini publik hanya melihat Polri dari sisi penegakan hukum dan keamanan. Namun di era pemerintahan Presiden Prabowo, Polri mampu membuktikan bahwa institusi kepolisian juga memiliki kontribusi strategis dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk di sektor pertanian dan pangan.
“Polri hari ini tidak hanya berdiri sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga tampil sebagai institusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret. Program swasembada pangan jagung menjadi bukti bahwa negara hadir melalui Polri untuk membantu rakyat menghasilkan pangan dan memperkuat ketahanan nasional,” ujar Ismail Marasabessy dalam keterangannya. Senin, (18/5).
Ia menjelaskan bahwa program Astacita Presiden Prabowo menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama demi mewujudkan kemandirian bangsa. Dalam konteks tersebut, Polri dianggap berhasil mengambil peran penting melalui pendampingan, pengawasan, hingga keterlibatan langsung dalam mendorong produktivitas sektor pertanian masyarakat.
“Ketika Polri turun langsung membantu petani, membuka lahan produktif, mengawal distribusi, hingga memastikan stabilitas keamanan sektor pangan, maka itu merupakan bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara,” katanya.
Ismail juga menilai keberhasilan Polri dalam mendukung swasembada pangan jagung telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Menurutnya, langkah tersebut patut diapresiasi karena sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo untuk menciptakan Indonesia yang mandiri dan kuat dalam sektor pangan.
“Apresiasi Presiden Prabowo terhadap keberhasilan Polri dalam program swasembada pangan adalah bentuk pengakuan bahwa institusi ini bekerja nyata untuk kepentingan rakyat. Ini bukan pencitraan, tetapi kerja konkret yang hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ismail mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap berbagai program Polri yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia menilai sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan agenda besar ketahanan pangan nasional.
Tidak hanya pada sektor pangan, Ismail juga menyoroti komitmen Polri dalam penegakan hukum yang berkeadilan, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, kehadiran Polri dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan jalanan menunjukkan keseriusan institusi tersebut dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Indonesia.
Ia menilai upaya pemberantasan aksi kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat merupakan bentuk nyata perlindungan negara terhadap warga. Dalam beberapa waktu terakhir, Polri disebut terus meningkatkan langkah preventif dan represif terhadap berbagai tindak kejahatan demi menciptakan stabilitas keamanan nasional.
“Polri hari ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam penegakan hukum. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan jalanan yang mengganggu keamanan masyarakat. Langkah tegas namun tetap berkeadilan menjadi bukti bahwa Polri bekerja secara profesional dan humanis,” katanya.
Menurut Ismail, keberhasilan menjaga stabilitas keamanan dan ketahanan pangan secara bersamaan menjadi capaian penting yang harus diapresiasi publik. Sebab, keamanan dan ketersediaan pangan merupakan dua aspek mendasar dalam menjaga kekuatan suatu negara.
“Negara yang kuat adalah negara yang rakyatnya aman dan pangannya tercukupi. Dalam konteks ini, Polri berhasil menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.



