Fakta Plus – Simpul Juang Mahasiswa menggelar Webinar Nasional bertajuk “Diskusi sebagai Gerakan: Alternatif Perlawanan Sosial Tanpa Anarkisme, Telaah Arah Gerak Organisasi Kaum Muda Sosialis (OKMS)” pada Rabu (11/3). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Webinar tersebut menghadirkan Koordinator Nasional Solidaritas Mahasiswa Indonesia, Rizqi Ahmad Bayhaqi, sebagai narasumber utama. Diskusi diawali dengan pengantar dari Sekretaris Jenderal Simpul Juang Mahasiswa Yulio Ardianysah, serta dipandu oleh Muhammad Riyadh sebagai moderator.
Dalam pengantarnya, Yulio Ardianysah menegaskan bahwa tradisi diskusi merupakan bagian penting dari identitas gerakan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh kehilangan karakter intelektual dalam memperjuangkan perubahan sosial di tengah dinamika gerakan yang berkembang saat ini.
“Diskusi adalah jantung gerakan mahasiswa. Melalui diskusi, kajian, dan pertukaran gagasan, mahasiswa dapat merumuskan arah perjuangan yang lebih matang dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa webinar ini diselenggarakan sebagai ruang refleksi intelektual bagi kalangan mahasiswa untuk menelaah dinamika gerakan sosial pemuda, termasuk munculnya organisasi dengan basis ideologi tertentu seperti Organisasi Kaum Muda Sosialis (OKMS).
Sementara itu, dalam pemaparannya Rizqi Ahmad Bayhaqi menekankan bahwa kritik terhadap sistem sosial, ekonomi, maupun politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun demikian, ia menilai bahwa metode perjuangan pemuda harus tetap berlandaskan pada nilai intelektualitas dan etika gerakan.
Menurutnya, pendidikan politik, diskusi publik, dan penguatan kesadaran masyarakat merupakan cara yang lebih efektif dalam membangun gerakan perubahan dibandingkan pendekatan konfrontatif atau tindakan anarkis.
“Gerakan pemuda harus mampu menghadirkan kritik yang tajam sekaligus tetap menjaga kedewasaan dalam berjuang. Diskusi dan pendidikan politik menjadi instrumen penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat,” jelas Rizqi.
Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut juga memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait arah gerakan sosial pemuda di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Simpul Juang Mahasiswa berharap budaya diskusi di kalangan mahasiswa dapat semakin diperkuat. Diskusi tidak hanya dipandang sebagai aktivitas intelektual semata, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial yang mampu melahirkan gagasan perubahan secara konstruktif dan beradab.
Webinar nasional ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi mahasiswa dalam membangun tradisi intelektual yang kuat sekaligus mendorong lahirnya gerakan pemuda yang kritis, rasional, dan berorientasi pada perubahan sosial yang demokratis.



