
JAKARTA — Faktaplus.id, Ikatan Alumni Universitas Muslim Indonesia (IKA UMI) menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama Menteri Hukum Republik Indonesia di Aula Kementerian Hukum, Jakarta, Sabtu (28/02/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi alumni sekaligus ruang dialog mengenai kontribusi alumni UMI bagi pembangunan nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, jajaran pejabat kementerian, serta pengurus dan alumni IKA UMI dari berbagai wilayah Jabodetabek. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban dalam momentum Ramadan yang sarat nilai kebersamaan.
Ketua IKA UMI Makassar Jabodetabek, Andi Muzakkir Aqil, yang juga Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi Partai Demokrat, menegaskan bahwa silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat peran alumni dalam ruang-ruang strategis nasional.
“IKA UMI memiliki banyak sumber daya manusia yang berkiprah di berbagai bidang. Konsolidasi seperti ini penting agar alumni tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, termasuk dalam penguatan sistem hukum nasional,” ujar Andi Muzakkir Aqil.
Ia menambahkan, komunitas alumni perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara masyarakat sipil dan pemerintah. Menurutnya, alumni yang tersebar di legislatif, eksekutif, dunia usaha, hingga akademisi dapat menjadi kekuatan moral sekaligus intelektual dalam mendorong kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Sementara itu, Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, dalam sambutannya menekankan pentingnya integritas dan etika dalam membangun sistem hukum yang kredibel. Ia mengajak IKA UMI untuk terus berperan aktif memberikan masukan dalam upaya memperkuat reformasi hukum dan harmonisasi regulasi di Indonesia.
“Pembangunan hukum tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan partisipasi publik, termasuk kalangan akademisi dan alumni perguruan tinggi, agar regulasi yang lahir benar-benar responsif dan adaptif terhadap dinamika masyarakat,” kata Supratman.
Dialog yang berlangsung setelah sambutan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kepastian hukum bagi investasi, penyederhanaan regulasi, hingga penguatan supremasi hukum. Menteri Hukum menyatakan kementeriannya terbuka untuk kolaborasi dengan kalangan alumni dan akademisi dalam proses penyusunan maupun evaluasi kebijakan.
Forum tersebut juga menjadi ruang pertukaran gagasan terkait tantangan hukum di era transformasi digital, termasuk kebutuhan pembaruan regulasi yang mampu menjawab perkembangan teknologi dan ekonomi digital tanpa mengabaikan prinsip keadilan.
Kegiatan ditutup dengan tausiyah Ramadan, buka puasa bersama, serta doa untuk kemajuan bangsa. Pengurus IKA UMI Makassar Jabodetabek menyatakan silaturahmi ini akan ditindaklanjuti melalui forum diskusi berkala dan penyusunan rekomendasi kebijakan sebagai bentuk kontribusi nyata alumni bagi pembangunan nasional.#01FR|



