Example floating
Example floating
BeritaNasionalRegional

DPP AlMulk Indonesia Dukung H.M. Soeharto dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

×

DPP AlMulk Indonesia Dukung H.M. Soeharto dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Dukungan terhadap penetapan Presiden Republik Indonesia ke-2, H.M. Soeharto, dan Presiden ke-4, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai Pahlawan Nasional kembali mengemuka dari kalangan anak muda Indonesia. Menurut mereka, kedua tokoh bangsa itu memiliki jasa luar biasa dalam membangun dan memperkuat fondasi kebangsaan, terutama dalam aspek pembangunan nasional dan moderasi beragama.

Salah satu pemuda Indonesia Timur, Fauzan Ohorella, Ketua Umum Aliansia Mahasiswa Muslim Maluku Indonesia menilai bahwa jasa Presiden Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Indonesia Timur patut diapresiasi. “Era pemerintahan Presiden Soeharto menjadi titik awal pemerataan pembangunan nasional hingga wilayah timur Indonesia. Infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi mulai tumbuh di kawasan-kawasan yang sebelumnya tertinggal,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (9/11).

Silakan gulirkan ke bawah

Lebih lanjut, Fauzan juga menilai sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) layak disebut Bapak Moderat dan Toleransi Indonesia. “Gus Dur bukan hanya pemimpin bangsa, tapi simbol kemanusiaan. Beliau melindungi minoritas, mengajarkan nilai pluralisme, dan memperjuangkan keadilan sosial tanpa sekat agama atau etnis,” katanya.

Menurut Fauzan, penetapan kedua tokoh tersebut sebagai Pahlawan Nasional akan menjadi momentum penting untuk mengingatkan generasi muda akan nilai-nilai pembangunan dan toleransi. “Bangsa ini tidak boleh lupa pada sejarah. Kita berhutang kepada mereka yang telah meletakkan dasar kuat bagi kemajuan dan kerukunan bangsa,” tegasnya.

Dukungan serupa juga datang dari sejumlah organisasi kepemudaan dan masyarakat sipil di berbagai daerah. Mereka berharap pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Kebudayaan, dapat mempertimbangkan gelar tersebut sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian dua tokoh besar bangsa itu.

“Pak Harto dan Gus Dur punya kontribusi yang berbeda, tapi sama-sama fundamental. Satu membangun fisik bangsa, satu membangun jiwanya,” tutup Fauzan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *